Wajah

Wajah Buddha EmasPandangan mata

Sehubungan dengan mata, ada tiga metode yang bisa diterapkan. Yang pertama, anda membuka mata. Jika mata terbuka, anda jangan melotot melihat sesuatu, jangan melihat dengan pandangan terfokus. Anda hanya sekadar membiarkan mata anda memandang luas ke depan. Relaks total, tidak fokus melihat sesuatu apapun.

Yang kedua adalah mata setengah terbuka. Jika hendak membuat mata setengah terbuka, anda tidak usah sengaja berusaha menutup setengah kelopak mata karena akan membuat bagian atas mata menjadi sangat tegang. Caranya cukup sekadar arahkan pandangan mata yang semula melihat ke depan, menjadi turun ke bawah. Kita memandang ke depan bawah, lalu perlahan-lahan membiarkan kelopak mata mengarah ke bawah. Kepala jangan sampai ikut tunduk ke bawah.

Jika mata anda terbuka penuh atau setengah terbuka, jangan menaruh perhatian pada berbagai tekstur yang tampak. Jika tidak, anda akan merasa melihat berbagai macam gambar. Ada orang melihat berbagai jenis binatang muncul keluar. Itu karena saat mata mengunakan tenaga untuk fokus, maka mata akan mendapat tekanan. Jika tertekan, akan ada banyak halusinasi yang muncul.

Jika kalian bermeditasi dengan mata tertutup, anda bisa melihat lurus ke depan, lalu arahkan mata melihat ke bawah, kemudian perlahan kelopak mata terpejam hingga menutupi mata. Cukup demikian. Saat itu, mata sama sekali tidak menggunakan tenaga. Bola mata, seluruh mata dalam keadaan relaks. Anda membiarkan mata beristirahat. Kebanyakan orang mungkin menggunakan metode ini.

Posisi lidah

Lalu setelah menutup mata, kita menempelkan ujung lidah di langit-langit mulut, di bagian belakang gigi depan. Oleh karena lidah ini sebenarnya lumayan panjang. Jika kita letakkan di bawah, yang mana rahang bawah lebih pendek, terasa tidak nyaman dan akan membuat lidah menjulur keluar. Saat tertekan, biasanya kita tidak menyadarinya. Namun, saat bermeditasi, tubuh kita menjadi lebih sensitif dan peka. Oleh karena itu, jika lidah diletakkan demikian, lidah akan merasakan sedikit tekanan. Jadi, kita menempelkan ujung lidah ke langit-langit mulut. Dengan begitu, berarti seluruh ruang dalam mulut kita dipakai oleh lidah.

Ketika ujung lidah bersentuhan dengan langit-langit mulut, lidah akan terasa nyaman karena lidah menjadi sangat relaks. Di saat yang bersamaan, ujung lidah yang ditempelkan ke atas akan memicu produksi air liur. Sebagian orang ketika bermeditasi dalam jangka waktu yang lama, bibir dan kerongkongannya akan menjadi kering. Air liur ini akan mampu membasahi kerongkongan dan bibir.

Mulut

Selanjutnya mulut harus selalu dalam keadaan tertutup. Otot-otot wajah harus direlakskan. Wajah yang relaks akan sedikit tersenyum. Ketika tersenyum, sudut mulut akan sedikit terangkat ke atas. Ketika sedang marah, sudut mulut turun ke bawah. Bagian pipi akan menjadi sangat tegang. Oleh karena itu ketika bermeditasi, kita tersenyum sedikit agar otot-otot wajah menjadi relaks.

2 thoughts on “Wajah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>