Rasa Kantuk

1 year ago by in Metode

Beberapa orang, ketika mereka mulai duduk bermeditasi, langsung tertidur. Bahkan ada yang kemudian merasa bahwa retret meditasi adalah waktu untuk tidur yang paling baik. Biasanya di rumah sulit tidur, tetapi herannya begitu memasuki aula meditasi, duduk, relaks, langsung tertidur.

Mereka yang berlatih dalam kelompok meditasi atau berlatih sendiri di rumah, sering juga mangalami hal seperti ini. Saat duduk bermeditasi, muncul rasa kantuk yang luar biasa, begitu rebah di ranjang bisa tidur dengan nyenyak. Namun bila saat mengantuk kita bangun dari meditasi dan melakukan kegiatan lain, kantuknya tidak lagi terasa.

Dalam sitting group, saya banyak melihat peserta yang saat meditasi, terkantuk-kantuk. Selesai meditasi, masih kelihatan matanya berat. Tapi pada acara diskusi setelah meditasi, kantuknya mulai hilang. Selesai diskusi sudah menjadi segar bugar. Kadang saya pikir mereka bosan dengan acara meditasi ataupun diskusi. Namun nyatanya mereka selalu hadir dalam sitting group yang sudah berjalan selama 4  tahun lebih.

Rasa kantuk saat meditasi ini dikarenakan dalam kehidupan sehari-hari kita sangat sibuk. Bahkan kadang sangat tegang. Bila sibuk dan tegang, kita menjadi sangat lelah. Pekerjaan yang dilakukan terlalu banyak. Energi dalam tubuh dipakai secara berlebihan hingga terkuras habis. Meski demikian, sehari-hari anda juga tidak dapat tidur dengan baik. Waktu tidur anda terbatas. Saat bangun di pagi hari anda masih merasa lelah, tetapi anda harus mengurus pekerjaan. Kalau tidak ada pekerjaan, kita sibuk dengan hobby dan mencari kesenangan.

Bila akhir pekan tiba yaitu hari sabtu dan minggu, kita pergi berjalan-jalan atau mengurus pekerjaan rumah. Saat ada hari libur, kalian bertamasya kesana-kemari. Tidak ada waktu untuk beristirahat. Meskipun sangat lelah, anda tetap berusaha menahannya. Semakin menahan lelah, anda semakin tegang. Semakin anda tegang, anda semakin lelah. Terbentuklah sebuah siklus kondisi buruk. Kita terus menerus menimbun kelelahan.

Kemudian saat anda duduk bermeditasi, tubuh yang lelah itu kita relakskan. Bila duduk dengan postur yang benar, kita bisa menjadi sangat relaks, bahkan lebih relaks ketimbang tidur di rumah. Saat tubuh menjadi relaks dan indra kita tidak terpancing dengan obyek-obyek luar, rasa lelah ini muncul ke permukaan dan menjadi dominan. Kita memberi sebuah ruang bagi kelelahan ini. Dengan ruang tersebut, kelelahan yang tertimbun terekspos keluar. Inilah sebabnya mengapa anda menjadi mengantuk. Cara yang terbaik mengatasi hal ini adalah tidur. Jika tidur anda sudah cukup, kelelahan anda pun akan berlalu.

Namun akan menjadi masalah bisa setiap kali bermeditasi kita menjadi mengantuk kemudian berbaring dan tidur. Di jaman modern, tidak hanya perumah tangga, terkadang monastik juga menemui masalah yang sama karena monastik di jaman modern ini juga sangat sibuk. Terkadang mereka sama sibuknya dengan kalian. Ini adalah masalah yang dihadapi oleh orang jaman modern ini. Oleh karena itu, kita harus mengatur pola hidup kita.

Seorang praktisi yang berlatih serius dan menjadikan meditasi sebagai latihan jangka panjang harus berusaha mengatasi rasa kantuknya. Meskipun mengantuk, dalam sesi meditasi yang rutin, kita harus berusaha mempertahankan meditasi. Anda bisa melakukan gerakan tangan seperti petunjuk di gambar. Lakukan gerakan tangan itu pelan-pelan dan letakkan perhatian pada gerakan tangan. Jika keawasan anda masih juga kalah dengan rasa kantuk itu, anda bisa juga melakukan meditasi jalan.

GerakanTangan

Gambar oleh : Enrico Harinatta

Jika meditasi kita sudah cukup baik, dalam bermeditasi tubuh bisa tertidur namun kita tetap awas dan sadar. Dengan postur yang benar, tubuh tetap bisa duduk tegak, tidak roboh. Dalam kondisi ini pikiran berkelana hanya muncul sepotong-sepotong. Hanya saja kondisi ini tidak mudah dicapai. Apalagi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam retret meditasi, rasa kantuk yang muncul pada hari pertama atau kedua adalah wajar. Gunakanlah waktu itu untuk relaks. Seorang yang berpengalaman mengikuti retret tidak akan buru-buru. Ia menggunakan waktu awal retret untuk mengistirahatkan tubuh dengan baik. Dengan demikian tubuhnya menjadi segar dan mampu mengikuti retret untuk waktu yang panjang. Itulah sebabnya, retret yang efektif membutuhkan waktu lima hari atau lebih, karena tiga hari pertama biasanya habis untuk menyesuaikan diri.

One Response to “Rasa Kantuk”


[...] Mengatasi Rasa Kantuk [...]

Leave a Comment