Merelakskan Tubuh

Duduk MeditasiUntuk merelakskan tubuh, kita menggunakan batin untuk secara langsung mengetahui dan merasakan seluruh sensasi tubuh. Jika anda meraba tubuh anda, akan terasa ada rasa sentuhan. Demikian pula jika bagian tubuh itu tidak diraba, kita tetap bisa merasakan bagian itu. Oleh karena ada semacam fungsi perasa sensasi sentuhan. Bahkan ada sebagian orang yang bisa merasakan bagian yang sangat halus di pembuluh darah yaitu aliran darah yang sedang mengalir. Inilah yang disebut “merasakan sensasi sentuhan”. Untuk menjadi relaks kita menggunakan rasa sensasi sentuhan ini. Dengan merasakan sensasi tersebut, menandakan sebenarnya batin kita bisa menyadari seluruh tubuh kita.

Kita jangan menggunakan otak kita untuk membayangkan. Jangan seperti orang yang menutup mata lalu membayangkan tangannya naik ke atas, tetapi sebenarnya tangannya tidak bergerak. Kita juga jangan berpikir, “naik… naik… naik… ” tapi tangan kita tetap diam.

Misal sekarang kita genggamkan tangan erat-erat, kemudian dengan posisi mata tertutup kita berpikir, “Relaks… Relaks… Relaks…“ Kalau kita sekadar berpikir menggunakan otak, “Tangan relaks…” nyatanya tangan menjadi semakin tegang karena anda memerintah menggunakan otak. Anda juga tidak perlu membayangkan tangan anda menjadi relaks. Langsung saja buka dan longgarkan kepalan tangan, anda langsung bisa relaks.

Batin kita punya fungsi untuk bisa merasakan dan menyadari seluruh tubuh. Bawa perhatian kita kembali ke tubuh untuk merasakan sensasi tubuh ini. Lalu dari bagian tubuh paling atas, perlahan-lahan turun, bagian perbagian kita rasakan sensasinya lalu dengan lembut kita relakskan hingga akhirnya sampai pada bagian kaki. Mungkin beberapa orang tidak bisa merasakan sensasi ini dengan jelas. Jika anda tidak bisa merasakannya, tidak apa-apa. Anda bisa menyentuh bagian tubuh yang ingin di relakskan. Setelah anda bisa merasakan sensasi sentuhan itu, kemudian bagian itu anda relakskan. Urutan yang saya gunakan adalah sebagai berikut:

    1. Otak
    2. Dahi
    3. Bola mata
    4. Hidung
    5. Mulut
    6. Telinga
    7. Leher
    8. Bahu
    9. Lengan atas
    10. Lengan bawa
    11. Telapak tangan
    12. Jari-jari tangan
    13. Dada
    14. Perut
    15. Pundak
    16. Pinggang
    17. Pinggul
    18. Paha atas
    19. Betis
    20. Telapak kaki
    21. Jari-jari kaki

Tiap guru bisa punya urutan yang berbeda. Ada yang memisahkan tangan dan kaki kiri dengan tangan dan kaki kanan. Jadi setelah tangan kiri baru pindah ke tangan kanan. Ada pula yang urutannya dari bagian depan tubuh turun kemudian diteruskan bagian belakang tubuh dari tulang ekor, naik hingga tempurung belakang kepala. Akan tetapi perlu di ingat bahwa urutan ini bukan bertujuan untuk mengalirkan energi atau menyeret energi melewati bagian-bagian tubuh itu.

Dalam proses relaksasi tersebut, jika ada bagian yang sangat tegang atau sakit sehingga tidak bisa kita kendorkan jangan terhenti di sana. Setelah kita rasakan dan relakskan sebentar, biarkan ia berlalu, lalu lanjutkan relaksasi secara perlahan. Relaksasi kita lakukan dengan pikiran yang lembut, jangan memaksa bagian yang tubuh untuk relaks dan jangan membenci bagian yang sakit. Dengan demikian kita selalu memberikan getaran pikiran yang positif pada tubuh. Anda tidak perlu tergesa-gesa. Jika ada bagian-bagian tubuh yang terlupakan atau terlewatkan, tidak masalah, kita lewati saja dan teruskan relaksasi kita.

Setelah selesai satu putaran, kita mulai lagi dari awal. Di putaran kedua kita, caranya juga sama. Kita rasakan sensasi di bagian itu, kita periksa apakah ada ketegangan, kemudian kita relakskan. Di putaran ini kita melakukannya lebih pelan, lebih teliti dan lebih detil hingga semakin lama semakin jelas. Anda bisa mengerjakan relaksasi per bagian tubuh ini sebanyak dua-tiga kali lalu menyadari keseluruhan tubuh. Apakah keseluruhan tubuh sudah relaks atau belum.

Anda bawa perhatian anda menyadari keseluruhan tubuh sedang duduk di sana. Tubuh dan pikiran disadari sepenuhnya dengan jelas. Batin kita sepenuhnya menyadari dan mengamati keseluruhan tubuh dengan jelas, lalu pertahankan relaksasi keseluruhan tubuh tersebut. Saat itu kita akan mengetahui postur duduk kita harus diatur dengan benar sehingga bisa duduk dengan relaks.

3 thoughts on “Merelakskan Tubuh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>