Perhatian ke keseluruhan tubuh

Meditasi menghadap rawa pening.
Meditasi menghadap rawa pening.

Saat bermeditasi, bila ada bagian tubuh yang sakit, seringkali pikiran kita dibawa lari olehnya. Namun, setelah melakukan relaksasi perbagian tubuh, perlahan-lahan batin kita akan mempunyai kekuatan untuk berkonsentrasi. Kekuatan untuk fokus ini perlahan akan bertambah sehingga bagian yang sakit, pegal dan kesemutan bisa anda melepaskan. Pikiran kita menjadi lebih berenergi, tidak terpengaruh atau terganggu lagi oleh berbagai rasa tidak nyaman itu.

Namun, kita harus berlatih sekian waktu agar bisa mempunyai energi untuk fokus. Bila saat berlatih kita menemukan munculnya kondisi yang mengganggu, kita lepaskan. Bila pikiran kita terbawa lari, kita kembali merelakskan perbagian tubuh mulai dari bagian kepala. Rasakan sensasinya lalu relakskan. Bagian demi bagian tubuh direlakskan. Lalu kita menyadari keseluruhan tubuh. Mengamati keseluruhan tubuh tanpa terfokus pada bagian tertentu. Kita terus menerus berlatih menggunakan metode ini. Tidak terputus, membawa perhatian kita dari menyadari keseluruhan tubuh hingga berubah menjadi tubuh bisa membantu pikiran kita untuk terpusat.

Ketika pikiran perlahan-lahan semakin terpusat maka kekuatannya menjadi bertambah. Setelah kekuatannya bertambah bagian-bagian tubuh kita yang lebih halus atau masalah-masalah sakit, pegal, kesemutan akan menjadi lebih tidak menganggu. Dengan menggunakan metode ini perlahan-lahan kita akan menyadari bahwa kita menjadi lebih mampu untuk duduk lama, lebih sabar untuk duduk. Penggangu-pengganggu tersebut, masalah-masalah di tubuh menjadi lebih mudah untuk dilepaskan.

Terkadang pikiran bisa segera langsung mengamati keseluruhan tubuh. Namun, jika pikiran kita tidak cukup jernih atau tidak cukup relaks, maka tidak akan bisa mengamati keseluruhan tubuh. Oleh karena setiap kali mengamati keseluruhan tubuh, kita menyadari bahwa pikiran kita mungkin mulai tertarik keluar ke bagian-bagian tertentu sehingga tidak mudah untuk bisa mengamati keseluruhan tubuh. Inilah yang dialami oleh kebanyakan orang.

Jika dalam bermeditasi kita tidak bisa mengamati keseluruhan tubuh, maka pikiran sebenarnya secara otomatis akan tertarik pada bagian tubuh yang dominan. Namun saat itu, jika kita sudah cukup relaks, sudah tidak lagi terganggu dengan rasa yang tidak nyaman, maka secara alami perhatian kita akan tertuju ke napas. Oleh karena itu banyak guru mengajarkan metode mengamati napas, karena metode ini sangat efektif untuk membantu pikiran menjadi lebih jernih dan terfokus.

Bagi pemula, sangat disarankan untuk mempelajari metode nafas ini. Meskipun demikian, jika kehidupan sehari-hari anda cukup tenang, meditasi bisa anda praktikkan dalam hidup sehari-hari, maka mungkin anda bisa langsung membawa perhatian anda ke kesuluruhan tubuh tanpa melalui metode nafas ini.

Jadi, Setelah melakukan relaksasi per bagian tubuh (body scanning), kita menyadari ke keseluruhan tubuh ini. Biasanya perhatian kita akan tertuju pada sensasi yang paling dominan. Bila tubuh sudah cukup relaks, otomatis nafas akan muncul dengan sendirinya dalam kesadaran kita. Tetapi bila pikiran sudah sangat stabil, kesadaran kita bisa langsung menyadari keseluruhan tubuh.

3 thoughts on “Perhatian ke keseluruhan tubuh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>