Menghitung Napas

1 year ago by in Metode

Setelah menyadari napas beberapa saat, setelah tubuh menjadi semakin relak, jangan terburu-buru memasuki tahapan berikutnya. Terlebih dahulu kita harus menunggu hingga batin kita cukup mapan dan stabil menyadari napas. Setelah itu kita bisa mempertajam konsentrasi dengan menghitung napas.

Ketika napas ini berhembus keluar, dalam batin kita menghitung “satu”, lalu ulangi lagi, “dua”, lalu “tiga”. Demikian cara kita menghitung napas. Kita tidak menghitung saat menarik napas. Kita juga tidak menghitung di jeda napas masuk dan keluar. Jika menghitung di jeda napas, kita akan cenderung mengendalikannya. Jika saat menghembuskan udara keluar kita menghitung, “Satu.” Ini sangat alami. Di samping itu, waktu yang dibutuhkan saat mengeluarkan napas sedikit lebih lama ketimbang saat menarik napas. Ketika tarik napas masuk, tahu jelas, saat hembus keluar, “Dua.” Sangat alami. Hitungan kita letakkan secara ringan di setiap hembusan napas. Seperti ingin meletakkan sesuatu di bagian tersebut.

Manfaat dari menghitung angka ini untuk membuat anda lebih sadar, “Oh! Sekarang saya sedang memperhatikan napas ini. ‘Satu.’ Saya masih memperhatikan napas.” Perhatian kita sepenuhnya diletakkan pada pernapasan. Melalui perhatian terhadap napas ini, pikiran kita perlahan-lahan akan menjadi terfokus.

Kita menghitung mulai dari angka satu hingga sepuluh. Jangan lewat dari angka sepuluh. Ketika sampai hitungan ke-sepuluh, anda hitung lagi dari satu, tidak dilanjutkan dengan hitungan kesebelas. Namun proses ini tidak begitu mudah. Kebanyakan dari kita ketika menghitung sampai angka sepuluh, punya kebiasaan melanjutkan hitungan ke sebelas, dua belas. Kalau kesadaran kita kurang kuat, kita bisa menghitung hingga dua puluh, tiga puluh. Ketika sadar bahwa kita sudah menghitung terlampau jauh, kita kembalikan hitungan ke angka satu.

Ada beberapa orang menghitung satu… dua… tiga… kemudian angka hitungan itu menghilang. Semua pergi entah kemana. Setelah anda sadar, anda mencoba mengulang lagi dari satu, tapi lagi-lagi gagal mencapai angka sepuluh. Padahal di bangku sekolah dasar tentu sudah belajar menghitung satu, dua, hingga sepuluh. Namun saat bermeditasi, menghitung angka-angka ini. Satu… dua… tiga… tidak bisa selesai sampai sepuluh. Ini karena pikiran terlalu terpencar sehingga dengan mudahnya terbawa pergi oleh pikiran mengembara.

Ketika anda sadar bahwa pikiran sudah mengembara, tariklah perhatian kembali menyadari tubuh, menyadari adanya napas, lalu kemudian hitung lagi. Jika perhatian pergi, tariklah kembali. Perhatian pergi lagi, tariklah kembali lagi. Namun, ketika menarik kembali, jangan menggunakan usaha, jangan memaksa. Sekadar tarik dengan ringan dan alami membawa perhatian kembali menyadari tubuh. Setelah kembali ke tubuh, sadari keluar masuknya napas, lalu kembali menghitung napas.

Ada juga yang setelah berlatih menghitung sekian lama, hitungan bisa berjalan secara otomatis, mekanikal. Jadi meskipun kita bisa menghitung, perhatiannya tumpul. Untuk menjaga agar kesadaran tetap segar dan jernih, kita bisa menghitung dengan urutan terbalik. Mulai dari sepuluh turun sampai satu kemudian kembali ke sepuluh. Bisa juga kita menghitung angka genap saja atau ganjil saja mulai dari 1 sampai 20.

Semakin lama, kita akan semakin familiar dengan metode ini. Setelah semakin familiar dengan metode ini, saat perhatian lari, kita akan cepat menyadarinya kemudian anda mengembalikan perhatian untuk menyadari tubuh, menyadari napas dan kembali menghitung. Semakin lama hitungan semakin lancar dan jelas. Setelah anda bisa menghitung dengan lancar dan jelas, waktu terasa berlalu dengan cepat. Tubuh anda juga sangat relaks, tidak terinterupsi sehingga bisa terus melanjutkan hitungan dengan baik.

Menghitung napas adalah gerbang pertama dari ”enam gerbang menakjubkan” (liu miao men - 六妙門) yang terdiri dari:

  1. Menghitung napas. (數息門)
  2. Mengikuti napas. (隨門)
  3. Ketenangan atau samatha. (止門)
  4. Pandangan terang atau vipasyana. (觀門)
  5. Kembali. (還門)
  6. Pemurnian. (淨門)

2 Responses to “Menghitung Napas”


[...] [...]

[...] Menghitung Napas [...]

Leave a Comment